film

Aladdin & Hercules

Rabu, November 29, 2017

Aku mau cerita kenapa dari semua karakter Disney yang ada - kayaknya sih, aku nonton semua deh. Aku nonton semua sampai aku nonton Bambi si Kancil, terus ada tikus, ada katak, aku nonton Cinderella, Beauty and the Beast, Ariel, banyak kok, sampai Pocahontas juga - aku paling suka sama cerita Hercules. /w/ Dari awalnya aku nonton di TV, entah kenapa aku jatuh cinta sama si ceweknya, Meg. Dia sassy sekaliiiii. XD

Oke, sebenernya itu sih. Aku suka Hercules karena di sana ada Meg; dan Meg adalah cewek yang pernah patah hati, nggak naif, nggak ingin dianggap lemah, manipulatif tapi benci dirinya sendiri ... dia sangat kompleks. Dan aku suka banget lagunya dia, I Won't Say I'm in Love, pas dinyanyiin sama Catherine Charlebois di The Broadway Princess Party. x)))

Intermeso sebentar, dulu aku kira idamanku adalah Arthur. Iya, Arthur Kirkland yang di Hetalia. Sampai sekarang masih idaman sih /YHA/ tapi ... makin ke sini, makin aku mendalami karakter Arthur, aku jadi ngerasa kalau Arthur itu adalah aku ..... :"))) Aku bisa sangat ... deket, sama karakter ini, sejak pertama kali dipertemukan. Karateristiknya, ambisiusnya, rasa kompetitifnya, atau bahwa dia sebenarnya adalah orang yang sangat ... gelap (?).

Dan makin sering aku bikin fanfiksi tentang Arthur, aku jadi bisa curcol hAHAHAHA. Aku pernah bikin fanfiksi tentang sisi gelapnya Arthur, yang sebenernya itu kubikin waktu aku lagi marah tapi maksain nulis. Jadi aku nulis sambil marah-marah o(--( Dan itu kupersembahkan untuk geng PANZER, Nabila sama Nana. 

Balik ke topik. Jadi, kenapa judulnya Aladdin & Hercules? Ini agak jones banget sih sebenernya, tapi dua cowok (?) ini adalah tipe cowok di Disney yang aku paling suka, dan ada momen favoritku tentang masing-masing dari mereka ketika mereka memperlakukan cewek mereka, Jasmine & Meg. 

Aladdin & Jasmine

Ini pas pertama kalinya Jasmine naik ke karpet terbang. Pernah tahu nggak, momen-momen serbaromantis antara cewek sama cowok, pas ceweknya itu sedang sangat takut? Biasanya kalau di cerita mainstream yang ada, pas si cewek sedang takut, cowoknya itu ngelakuin apa? Yang pertama: mereka pelukan. Yang kedua: cowoknya bakal nyuruh si cewek nggak usah lihat mana-mana, inget aja kalau si cowok ada di sini.

Tapi apa yang dilakuin Aladdin pas Jasmine nutup mata pakai kedua tangannya?

Aladdin ngelepasin kedua tangan Jasmine, dan bilang: "Jangan beraninya tutup mata."

Itu bener-bener SANGAT ... manis. Aladdin nggak meluk, Aladdin nggak ngelanjutin kalimatnya dia dengan meyakinkan Jasmine kalau dia ada di sini. Jasmine nutup mata, dan Aladdin bilang kalau jangan beraninya Jasmine tutup mata. Udah. Mereka tetep terbang. Karena dengan bilang itu sudah lebih dari cukup untuk Jasmine, gitu lho. :")

Hercules & Meg

Mereka berdua lagi jalan-jalan di deket air mancur, ketika ngobrolin tentang diri mereka sendiri. Dan ada percakapan seperti ini:

Meg: Semua orang itu picik dan suka membual.
Hercules: Kamu nggak seperti itu.

Kesalahan manusia untuk menyangkal sesuatu adalah biasanya mereka mengaitkan itu dengan diri mereka sendiri. Yang sering terjadi ketika si cewek yang bilang, "Semua orang itu picik!" adalah si cowok membela diri, "Aku nggak seperti itu." Kenapa harus gitu? Dan di sini aku suka waktu Hercules justru bilang ke Meg, "Kamu nggak seperti itu." 

ITU MANIS JUGA HEHEHEHE. Aku sukaaaaaa banget sama momen itu. :")))

Syuda yaaaaa. /o/

out of character

Sangsi sama suatu karakter.

Jumat, November 24, 2017

Wah, udah lama banget aku nggak nulis di blog ini dengan tujuan untuk nyampah (?) karena sebenernya aku lagi sangat kesal dan blog adalah tempat yang pantas untuk jadi pelampiasan. Oke, jadi latar belakang aku nulis blog ini adalah ruang toleransi di kepalaku mengenai "suatu karakter yang bertindak di luar karakterisasinya" sudah kelewat batas. Biasanya ada istilah OOC - out of character - itu kalau kita bikin fanfiksi dan karakter yang kita pakai sifatnya beda sama sifat yang di karya aslinya.

Nah, ini tuh ... beda. Ini tuh, aku nganggap seorang karakter OOC, tapi itu bahkan masih di karya aslinya. Karena aku nggak mungkin komentar (siapa aku, ngekritik karakter yang dia bikin itu OOC? XD) jadi aku marah-marah di sini aja.

Maya.

Maya NGGAK MUNGKIN mau ngeiyain apa yang dibilangin sama Jordan. Hah. Dia adalah orang yang sangat membela kebenaran, dia tahu yang bener mana dan yang enggak mana, dia anak yang pinter di kelas, dan dia tahu seberapa baik Radi itu sebenernya. Dia jelas tahu ini karena Radi bahkan bela dia waktu Maya difitnah ngerokok, dan Maya harusnya nggak pikir panjang untuk tahu kalau Radi punya maksud baik di balik itu pas dia ngelarang Maya masuk grup PEDAL.

Dan ini apa?? Hanya karena Maya pengin banget ikut lomba, ngelakuin hal yang hanya penting buat dia, dia langsung mau masuk PEDAL? Tanpa bilang apa-apa dulu ke Radi? Kayak bukan Maya sekali ya. Walaupun dia belum ngasih respons ke Radi apakah dia bakal nurut atau enggak, harusnya yang terngiang di kepala Maya adalah perkataan Radi yang ngelarang dia, bukan perkataan Jordan yang ngasih syarat dia bisa ikut lomba kalau masuk PEDAL.

Sebenernya aku maso juga sih baca webtoon ini :( Tapi aku bertahan demi Maya :(
Dan sekarang Maya jadi begini :(((

kerja

Balasan E-mail

Kamis, November 16, 2017

Halo. Sekarang jam 15:20 dan hari ini hujan dan aku tadi pulang-pulang nggak pakai jas hujan sepanjang perjalanan, walaupun keadaan membaik karena aku sudah minum milo sama makan mi tapi kakiku masih kedinginan .... Oke nggak penting banget ya. Hmm. Banyak yang pengin aku ceritain karena banyak hal yang terjadi (?) tapi karena terlalu banyak itu aku jadi bingung mau cerita apa ....

Aku mau berbagi kesenangan. Walaupun entah kenapa rasanya gaya berceritaku suram, dan aku sebenernya tahu ini dipengaruhi karena apa (1) internetnya lama banget huhuhu sampai aku nulis ini, udah berapa kali aku harus diem sebentar karena huruf-hurufnya belum keluar semua padahal aku udah nulis :'( kayak yang terjadi barusan :'( (2) kakiku kedinginan ... nggak serius kakiku beneran kedinginan, dan cuma bagian kaki aja ... udah pakai minyak kayu putih padahal tapi masih kedinginan, dan licin (?), dan dingin (???). Eh serius ini nggak penting banget, Rasya ngapain sih, oke kawan ini paragraf deduktif jadi baca kalimat pertama aja yes.

Jadi beberapa hari ini aku berpikir ... walaupun nggak juga sih (?). Pernah kapan gitu aku sama Dek Dama, sama Ayah, sama Bundil, GO-CAR, dan supirnya ternyata seseorang yang baru aja lulus dari suatu universitas di Yogyakarta jurusan Ilmu Pemerintahan, dan dia nggak dapat pekerjaan walaupun udah sampai coba ke Jakarta segala, dan akhirnya memutuskan pulang, berniat cari uang dengan nge-GO-CAR dulu. Dia sudah nge-GO-CAR ini sebulan.

Setiap manusia punya jenis pertanyaan yang dia hindari ya, kalau zaman dulu aku suka menghindari pertanyaan, "Mau masuk jurusan apa?" atau minimal, "UN pilih mata pelajaran apa?" karena itu hal yang aku belum tahu bakal seperti apa. Dan sekarang aku takut kalau membayangkan apa yang bakal kulakukan setelah lulus ... atau minimal, Sastra Indonesia bisa memberiku tempat di mana kalau aku butuh duit?

Temen sekelasku ada yang kerja jadi MC. Dia suka nge-MC di mana-mana, udah bisa cari uang sendiri di situ. Karena banyak banget yang dari luar Jogja dan mereka punya fokus untuk cari uang, mau nggak mau aku sendiri juga kepikiran. Masalahnya, aku cari kerja di mana ... pada suatu hari di hari Sabtu, aku nggak ikut pelatihan anak magang KRJogja.com dan itu bikin aku dicoret dari daftar peserta seleksi huhuhu meninggalkan aku di sini mengais-ngais tanah atas kebutuhan akan pengalaman (?).

Lalu ... akhir-akhir ini aku punya temen baru, namanya Nabila dan Nana. Aku yang cinta Inggris, Nabila cinta Italia, Nana cinta Jerman. Bertiga, kami adalah "TRIO PANZER: In Pasta We Trust". Kami sangat nggak penting (???), apalagi akhir-akhir ini lagi bekennya Piala Dunia dan Nabila lagi berduka karena Italia nggak masuk Piala Dunia :( Puk puk, ya, Mbil. Mereka berdua bikin aku makin suka sejarah dunia, apalagi Nana minjemin aku buku Perang Dunia II Eropa yang DIKIRIMIN LEWAT POS. NIAT BANGET DIRIMU. AKU NANGIS BAHAGIA. MAKASIH YA NA. :")))

Dari belajar sejarah, aku lupa pada titik apa, tapi ada momen aku dipertemukan dengan website ini: HistoriBersama.com. Itu adalah website yang dibikin dengan tujuan membandingkan sudut pandang Belanda dan Indonesia. Jadi, kayak gimana cerita penjajahan Belanda di Indonesia versi Belanda? Aku baca bentar dan aku sangat tertarik, apalagi pas aku baca kalau Indonesia pernah nyerang truk yang isinya wanita dan anak-anak. Itu nggak diceritain di sini dan aku baru tahu. Makanya aku jadi pengin tahu lebih, sebenernya di Belanda tuh mereka diajarin apa?

Karena Indonesia-Belanda itu terpisahkan oleh jurang pengetahuan akan bahasa satu sama lain. IYALAH, BELAJAR BAHASA INGGRIS AJA TERPONTANG-PANTING APALAGI BAHASA BELANDA (........) /SANTAISYA. Dosen Filologiku, Pak Sudibyo, sangat bisa bahasa Belanda dan sangat bagus :"( Oke, di website itu ada tiga versi bahasa; Indonesia, Inggris, Belanda. Aku baca-baca beberapa dan ternyata ada beberapa artikel yang belum ada terjemahan bahasa Indonesianya. Website-nya itu masih kurang sumber daya dari Indonesia; padahal aku tersentuh mereka namain itu "Histori Bersama". :')

Akhirnya aku bilang kalau aku pengin bantu, buat nambahin pengalaman, dan nerapin juga kemampuan ngeterjemahin dari bahasa Inggris ke Indonesia dari ilmu di Bahasa Inggris Sanata Dharma, lalu nuangin ke dalam struktur kalimat yang baik dan benar dalam bahasa Indonesia dari ilmu di Sastra Indonesia UGM. Aku awalnya nggak yakin sih apakah perlu bilang kalau aku juga belajar Sastra Indonesia; karena toh kalau jadi penerjemah kan cukup bilang aja kalau aku belajar Bahasa Inggris.

Terus dibalas, dan aku deg-degan bacanya, dan ternyata aku dapet misi lain (?).

Aku dikenalin sama orang Indonesia yang pengin bikin esai bahasa Inggris. Dia punya esai bahasa Indonesia yang mau diubah ke dalam versi bahasa Inggris. Dia udah pernah coba bikin versi bahasa Inggrisnya tapi dinilai kurang begitu bisa menyampaikan. Jadi aku dikasih lihat dua dokumen itu, yang perlu diperbaiki bahasa Indonesianya atau bahasa Inggrisnya. Karena aku pikir masih ada yang perlu diedit di esainya dia yang versi asli, jadi aku jawab kalau diperbaiki dulu bahasa Indonesianya.

KEMUDIAN DATANGLAH JAWABAN YANG BIKIN AKU SENANG, dan inilah kesenangan yang kumaksud di kalimatku "Aku mau berbagi kesenangan":

How lucky we are that your major is Indonesian literature. :)
How lucky we are that your major is Indonesian literature. :)
How lucky we are that your major is Indonesian literature. :)

Itu ............................... kayak gema di kepalaku. :"))))))
Aku seneng banget, banget, BANGEEET. Pertama kalinya ada yang bilang kayak gitu jadi rasanya kayak terbang, seneeeeeeng banget. :") ALHAMDULILLAH SENENG BANGET RASANYAAAA :"DDDD
/UDAHSYA

Oke hehehe aku mau berbagi kesenangan itu.
Makasih ya sudah baca, minta tolong doanya semoga aku bisa membahagiakan mereka (?) :")))